Rekan Kantor

Kami mengharap bantuan anda untuk mengembangkan blog ini. Ajaklah rekan-rekan anda bergabung bersama kami untuk berbagi informasi dengan mengirimkan email kosong ke alamat: muslimsank@gmail.com

 

Laman

THINK AND THANKS

Seringkali kita mengira hidup akan menjadi lebih baik ketika kita mendapatkan promosi di tempat kerja kita, menjadi seorang pimpinan misalnya, namun kebahagiaan itu terasa hanya sesaat saja, karena kita merasa kesal, waktu, tenaga dan pikiran kita habis hanya untuk mengawasi bawahan kita yang tidak produktif.

Seringkali kita mengira hidup ini akan terasa lengkap dengan kita memiliki pasangan hidup, namun kebahagiaan itu hanya sesaat, kita merasa kecewa, karena adanya kekurangan yang dimiliki pasangan kita.

Seringkali kita mengira hidup ini akan menyenangkan ketika kita memiliki gaji yang lebih tinggi, namun kebahagiaan itu hanya sesaat saja, karena gaji kita masih terasa kurang untuk memenuhi semua keinginan kita.

Ketika mendapat cuaca hujan, biasanya menggerutu. Sebaliknya, mendapat cuaca panas juga menggerutu.

Inikah kehidupan ?
Kebahagiaan hanya bisa dirasakan sesaat saja ?
Untuk selanjutnya timbul masalah-masalah baru yang lebih berat ?

Lalu dimana kebahagiaan bersembunyi?

·         Mulailah mensyukuri dari hal terkecil yang kita miliki dan hal terkecil yang kita alami.

·         Mulailah belajar memberi & berhentilah meminta/menuntut kepada siapapun.

·         Berhentilah menyalahkan orang lain atas kesulitan yang kita alami.

·         Jadilah seseorang yang merasa ada gunanya untuk kehidupan ini.

Dan demi waktu yang terus berjalan, hanya waktu yang bisa membuktikan.

·         Mungkin kita butuh waktu untuk berterima kasih kepada sesuap nasi yang kita makan.

·         Mungkin kita butuh waktu untuk bisa menghargai setiap tetes keringat orang lain.

·         Mungkin kita butuh waktu untuk menyadari kehadiran kita dimuka bumi ini.

Jangan menjadi pengeluh, penggerutu, penuntut abadi, tapi bijaksanalah untuk bisa selalu think and thanks (berpikir, kemudian berterima kasih).

Banyak Menuntut Bikin Sakit Hati !!!

SRIGALA DALAM KANTOR

Menurut Towery, seorang ahli serigala dalam The Wisdom of Wolves (1995), kelompok serigala adalah kelompok yang mempunyai kinerja tinggi. Dan seperti perusahaan-perusahaan masa kini, ternyata kelompok serigala juga tidak dapat mengantisipasi kejadian. Namun kelompok serigala mengatasinya dengan membangun fleksibilitas dan kemampuan bereaksi dengan cepat untuk menghadapi situasi-situasi tak terduga. Oleh sebab itu, tampaknya kelompok serigala perlu dipelajari sebagai upaya membangun kelompok kerja yang pas untuk abad ini.

Sikap. Perilaku kelompok serigala didasari oleh satu pertanyaan: Apa yang terbaik bagi kelompok? Serigala tidak akan berlari memburu mangsanya, menyalak, menggonggong, dan menggeram tanpa tujuan. Mereka memiliki perencanaan strategik yang dieksekusi melalui komunikasi terus menerus di antara anggota. Bila saaatnya tiba, masing-masing anggota tahu persis apa perannya dan mengerti persis apa yang diharapkan oleh kelompok darinya. Semua yang terbaik, untuk kelompok. Serigala tidak bergantung pada nasib baik. Kohesi, kerjasama, dan pelatihan menentukan apakah kelompok bakal hidup atau mati.

Keunikan. Jumlah anggota kelompok serigala berkisar antara lima hingga delapan ekor. Para serigala itu sangat berhati-hati untuk tidak  meniru satu sama lain. Setiap anggota menduduki posisi tertentu, saling menghormati keberbedaan yang dimiliki oleh anggota lain. Pada kelompok serigala, tidak pernah satu anggota mengambil alih peran dan tanggung jawab anggota lainnya. Terlepas dari seberapa gesit atau lamban, besar atau kecil, kuat atau lemahnya dia. Bila ada yang tidak berperan sesuai dengan tuntutan, maka kelompok menjadi timpang dan akhirnya mati.

Penulis : muslimsank@gmail.com

BERUBAH SAMA SEKALI ATAU MATI !!!!


Apakah ada hal yang tidak Anda sukai di perusahaan? Yang menurut Anda harus diubah, agar menjadi lebih baik, lebih efisien dan efektif? Mungkin ada. Namun apakah Anda melakukan suatu tindakan? Kemungkinan besar tidak. Mengapa? Untuk berubah, ada 'biaya' yang harus dibayar. Biaya itu bukan melulu dalam bentuk uang, melainkan waktu, tenaga, dan emosi. Biaya itu juga bisa luar biasa besar, bisa pula kecil saja. Ada banyak kasus untuk menggambarkan biaya berubah tersebut.

Lalu apakah sebaiknya perusahaan tidak perlu berubah? Atau memilih berubah 'kecil-kecilan' sehingga biaya berubah bisa terkendali? Sayangnya keleluasaan memilih tidak selalu ada. Situasi bisnis saat ini sarat dengan perubahan yang berjalan cepat tanpa dapat diramalkan. Kompetitor yang terus mengembangkan bisnisnya. Berubah adalah suatu keharusan.

Perusahaan harus mampu bertindak adaptif, antisipatif, bahkan lebih baik lagi bila dapat menjadi trendsetter atau pemicu perubahan. Beranikah perusahaan menghadapi segala konsekuensi perubahan itu?

Keberanian perusahaan menghadapi biaya berubah ditentukan oleh tiga faktor. Pertama adalah ketidaknyamanan terhadap status quo, kedua kejelasan visi, dan terakhir adalah kejelasan akan proses perubahan.

1. Membangun Ketidaknyamanan

Status quo adalah kondisi saat ini yang dihadapi oleh para eksekutif dan karyawan non-manajerial. Bila rasa tidak nyaman akan status quo sangat besar, maka perusahaan akan berani menghadapi biaya berubah. Namun sayangnya walaupun kinerja perusahaan buruk, tidak berarti para eksekutif dan karyawan non-manajerial tidak menyukai status quo.

Untuk eksekutif yang datang dengan mobil mewah ke kantornya yang megah, status quo masih terasa nyaman, untuk apa berubah? Apalagi bagi para eksekutif yang sedang menanti saat-saat pensiun, this is not my war! Sedangkan bagi karyawan non-manajerial, sepanjang gaji dan bonus lancar, perubahan akan terasa lebih menimbulkan ancaman dibandingkan peluang. So, ini adalah pilihan sulit untuk bagi sebagian orang.

2. Visi Perubahan

Bila status quo tak lagi nyaman, keberanian untuk menghadapi biaya berubah masih ditentukan oleh visi perubahan. Mau berubah menjadi apa?

Anderson dan Anderson (2001) membagi tipe perubahan dalam tiga kelompok: Pengembangan, Transisional, dan Transformasional (Anderson, D. and Anderson, LA. Beyond Change Management: Advanced Strategies for Today's Transformational Leaders. (San Francisco: Jossey Bass/Pffeifer, 2001). 32).

3. Proses Perubahan

Proses perubahan merupakan refleksi tentang cara untuk mencapai visi perubahan. Kejelasan proses akan membangun optimisme karyawan tentang perubahan yang terjadi serta membuat jelas kontribusi yang diharapkan. Dari rancangan proses, dapat diantisipasi pula permasalahan potensial yang mungkin muncul serta strategi untuk mengatasinya. Memang tidak mungkin 100 persen akurat, namun yang pasti tidak akan 100 persen salah.

Ketidaknyamanan status quo, kejelasan visi perubahan, dan kejelasan proses perubahan membuat eksekutif dan karyawan non-manajerial berani menghadapi biaya perubahan. Ketiga faktor tersebut dapat diintervensi atau direncanakan oleh manajemen. Oleh sebab itu, perusahaan perlu mencermati perubahan-perubahan di lingkungan eksternalnya agar tidak terjebak dalam kondisi terpaksa berubah dalam waktu singkat. Karena dengan waktu yang terbatas, sulit mengendalikan perubahan di tingkat perusahaan. Dengan perubahan yang terencana, terukur dan terarah, maka setiap biaya yang dikeluarkan akan terencana, terukur, terarah. 

PENAMPILAN MEMANG PENTING




Cara Anda berbusana, merapikan diri dan membawa diri, serta kebiasaan
pribadi Anda bisa mendukung atau sebaliknya menghancurkan peluang Anda untuk
sukses.

Renungan:

Meskipun tampaknya pengetahuan mengenai pekerjaan dan kompetensi untuk
bekerja adalah hal yang terpenting, kenyataannya tidaklah demikian. Cara
anda menampilkan diri bisa sama pentingnya, barangkali bahkan lebih penting.

Para ahli pemasaran tahu bahwa kemasan sering menentukan keberhasilan atau
kegagalan suatu produk. Pikirkanlah, apa yang terjadi bila suatu produk
makanan dengan kualitas terbaik, misalnya roti, dikemas secara tidak
menarik - kumal, robek, atau kedodoran - serta dipajang secara serampangan.
Apakah produk itu akan mendapatkan harga yang baik? Apakah produk itu laku
terjual?

Hal yang sama berlaku untuk seorang karyawan yang ingin maju, atau diterima
bekerja dalam suatu perusahaan. Kemaslah diri anda dengan baik. Niscaya
paling tidak anda akan "diambil dari rak untuk dilihat-lihat". Caranya
sederhana saja, begini:

Pakailah busana yang pantas, sesuai dengan tempat dan suasana. Jika anda
tidak pandai memilih pakaian, maka carilah orang yang memahami dan mintalah
bantuannya. Usahakan agar tidak tampak terlalu ketinggalan zaman. Aturlah
gaya rambut yang profesional. Usahakan selalu tampil bersih dan segar. Jaga
agar sepatu anda selalu mengkilap. Mandilah secara teratur agar bau badan
anda tidak mengganggu. Seringlah menggosok gigi. Jangan lupa berlatih
membawakan diri, memperbaiki suara sewaktu berbicara, meningkatkan etiket,
atau ikutlah kursus tata cara makan dan minum.

Apakah menurut anda anjuran di atas kelewat lumrah? Memang! Tapi kita semua
tahu siapa yang melanggar aturan-aturan ini akan tidak dilirik sama sekali
sehingga tidak memperoleh pekerjaan yang baik. (RFM58)

Bahan Renungan:

- Bagaimana orang-orang lain menilai kerapian dan busana (kemasan) Anda?

- Apa yang bisa Anda lakukan untuk memperbaiki penampilan Anda?

- Bagaimana Anda bisa membimbing para karyawan untuk menyadari perlunya
penampilan positif?

(diadaptasi dari: Reflections for Managers – Bruce Hylland and Merle Yost)

PENAMPILAN MEMANG PENTING




Cara Anda berbusana, merapikan diri dan membawa diri, serta kebiasaan
pribadi Anda bisa mendukung atau sebaliknya menghancurkan peluang Anda untuk
sukses.

Renungan:

Meskipun tampaknya pengetahuan mengenai pekerjaan dan kompetensi untuk
bekerja adalah hal yang terpenting, kenyataannya tidaklah demikian. Cara
anda menampilkan diri bisa sama pentingnya, barangkali bahkan lebih penting.

Para ahli pemasaran tahu bahwa kemasan sering menentukan keberhasilan atau
kegagalan suatu produk. Pikirkanlah, apa yang terjadi bila suatu produk
makanan dengan kualitas terbaik, misalnya roti, dikemas secara tidak
menarik - kumal, robek, atau kedodoran - serta dipajang secara serampangan.
Apakah produk itu akan mendapatkan harga yang baik? Apakah produk itu laku
terjual?

Hal yang sama berlaku untuk seorang karyawan yang ingin maju, atau diterima
bekerja dalam suatu perusahaan. Kemaslah diri anda dengan baik. Niscaya
paling tidak anda akan "diambil dari rak untuk dilihat-lihat". Caranya
sederhana saja, begini:

Pakailah busana yang pantas, sesuai dengan tempat dan suasana. Jika anda
tidak pandai memilih pakaian, maka carilah orang yang memahami dan mintalah
bantuannya. Usahakan agar tidak tampak terlalu ketinggalan zaman. Aturlah
gaya rambut yang profesional. Usahakan selalu tampil bersih dan segar. Jaga
agar sepatu anda selalu mengkilap. Mandilah secara teratur agar bau badan
anda tidak mengganggu. Seringlah menggosok gigi. Jangan lupa berlatih
membawakan diri, memperbaiki suara sewaktu berbicara, meningkatkan etiket,
atau ikutlah kursus tata cara makan dan minum.

Apakah menurut anda anjuran di atas kelewat lumrah? Memang! Tapi kita semua
tahu siapa yang melanggar aturan-aturan ini akan tidak dilirik sama sekali
sehingga tidak memperoleh pekerjaan yang baik. (RFM58)

Bahan Renungan:

- Bagaimana orang-orang lain menilai kerapian dan busana (kemasan) Anda?

- Apa yang bisa Anda lakukan untuk memperbaiki penampilan Anda?

- Bagaimana Anda bisa membimbing para karyawan untuk menyadari perlunya
penampilan positif?

(diadaptasi dari: Reflections for Managers – Bruce Hylland and Merle Yost)

RESEP HIDUP BAHAGIA




Melimpahnya materi dan keindahan fisik tak menjamin hidup bahagia.
Kebahagiaan akan datang manakala orang bisa menikmati hidup seutuhnya yakni
dengan kesanggupan mengatur diri dan menerima segala sesuatu apa adanya, dan
bisa berarti bagi orang lain.

Berikut resep yang bisa digunakan agar hidup anda bhagia:

1. Perbanyak aktivitas rohani
Aktivitas ini bisa menghindari anda dari hidup rakus dan serakah. Karena
perbuatan anda sedikit banyak akan dikendalikan oleh keyakinan agama yang
dianut.

2. Mudah bersyukur
Apa pun yang anda miliki, terimalah dengan penuh syukur. Gampang bersyukur
membuat hidup lebih damai karena anda menjadi subyek atau tuan atas
kehidupan ini.

3. Hidup itu anugerah
Jangan anda mneyesal dilahirkan dalam situasi serba sulit dan terbatas.
Hidup yang anda miliki adalah anugerah istimewa, karena itu jalani hidup ini
dengan penuh tanggung jawab.

4. Tentukan tujuan hidup
Tujuan hidup anda di dunia bukanlah semata-mata menumpuk harta atau sukses
dalam karier. Yang utama adalah bagaimana mempertanggungjawabkan kehidupan
ini di akhirat nanti.

5. Banyak bergaul
Melalui pergaulan, anda akan mempunyai banyak sahabat yang dapat dijadikan
tempat bertukar pikiran. Dengan demikian dalam menjalani hidup ini ada
banyak orang yang mau membantu kesulitan anda.

6. Berjiwa sosial
Di dunia ini anda tidak sendirian. Karena itu, apa yang anda miliki, baik
materi mauun nonmateri, sebaiknya tidak dinikmati sendiri.

7. Jangan menghindar dari masalah
Dalam hidup selalu banyak masalah. Semakin terbiasa menghadapi banyak
masalah, anda semakin teruji. Kemampuan anda menyelesaikan masalah merupakan
tolok ukur kesiapan anda dalam menjalani kehidupan ini.

8. Menerima apa adanya
Menerima apa adanya bukan berarti anda hanya menunggu nasib, tetapi
bagaimana anda mempunyai keberanian mengubah nasib.

9. Menjaga kesehatan fisik
Harkat, pangkat, ataupun jabatan tidak akan dirasakan sebagai kenikmatan
jika kesehatan anda terganggu. Maka memelihara kesehatan adalah mutlak,
lantaran bukan hanya fisijk yang akan sehat tapi juga jiwa. (diadaptasi
dari: Intisari Juni 1999 - E. Widijo Hari Murdoko, sPsi)

MOTIVASI MENURUT KARYAWAN DAN PENGUSAHA


Ada beberapa faktor yang memicu tingginya moral kerja di lingkungan kantor.
Terutamanya adalah agar karyawan benar-benar dapat merasakan bahwa mereka:

- diperlakukan adil (fair);
- dihargai atas pekerjaan mereka;
- diakui atas pekerjaan mereka;
- diberi imbalan seimbang dengan pekerjaan mereka;
- mengerjakan pekerjaan yang penting bagi perusahaan.

Pada suatu survey baru-baru ini, para karyawan diminta untuk mendaftarkan 10
hal yang mereka dambakan dari pekerjaan mereka sesuai dengan tingkat
kepentingannya. Begitu juga, para pengusaha diminta untuk menebak dan
mendaftarkan hal yang sama menurut pandangan mereka. Hasil dari studi yang
disajikan berikut cukup mengejutkan.

Urutan          Keterangan                                         Urutan
Menurut                                                                   Menurut
Karyawan                                                                Pengusaha

1          Tugas-tugas yang Menarik                         5
2          Penghargaan dan Pengakuan                      8
3          Rasa Kebersamaan dalam Pekerjaan          10
4          Jaminan Kelangsungan Pekerjaan              2
5          Upah yang Menarik                                    1
6          Promosi / Kenaikan Jabatan                       3
7          Kondisi Kerja yang Baik                            4
8          Loyalitas                                                     6
9          Peraturan Disiplin yang Bijaksana             7
10         Dukungan Simpatik atas Persoalan           9

(dikutip dari: Niebrugge, Vicki, Declining Employee Morale: Defining the
Causes and Finding the Cure, NOVA Group, July 1992.)

Perhatikan bahwa ternyata karyawan meletakkan keinginan untuk mendapatkan
"Tugas-tugas yang Menarik” sebagai hal yang paling mereka dambakan, namun
pengusaha justru mengira "Upah yang Menarik" sebagai hal yang diinginkan
oleh karyawannya. Kenyataannya, "Upah yang Menarik" hanya diletakkan di
peringkat ke lima.

Apa Artinya ini?

Ini berarti kabar baik baik para pengusaha, bahwa ternyata karyawan lebih
menyukai pekerjaan yang menantang, rasa kebersamaan dalam pekerjaan, dan
mendapat penghargaan lebih banyak berarti daripada yang anda perkirakan. Ini
juga berarti bahwa sebenarnya karyawan tak kan menghabiskan begitu banyak
biaya bila para pengusaha juga tertarik untuk tetap menjaga agar karyawan me
reka selalu dalam kondisi bahagia dan produktif. Pertimbangkan temuan
sederhana ini dengan serius.

Beberapa orang yang skeptis mungkin berkata bahwa duduk persoalan sebenarnya
terletak pada uang, bila kita memberikan gaji yang cukup maka karyawan akan
produktif dan loyal. Namun, sebenarnya yang terjadi adalah, karyawan akan
mempersoalkan gaji sebagai hal yang sangat penting bila mereka merasa
dibayar di bawah standar dibanding dengan rekan-rekan lain yang mengerjakan
pekerjaan yang sama. Bila upah minimum anda sudah berada di dalam rata-rata
industri, maka tingkat kepuasan kerja karyawan anda lebih tergantung pada
apa yang disajikan oleh survey di atas daripada keinginan mereka untuk
dibayar lebih banyak. (diadaptasi dari: The CCH Business Owner's Toolkit)

MEMELIHARA ORANG LAIN

Banyak orang keliru menganggap bahwa untuk menjadi orang yang berpengaruh
mereka harus menjadi sosok yang berwibawa, bisa mengoreksi kesalahan orang
lain, melontarkan kritik konstruktif. Padahal, apa yang dikatakan John Knox
lebih dari empat ratus tahun lalu tetap berlaku, "Anda tidak dapat
menimbulkan permusuhan sekaligus mempengaruhi." Inti proses pemeliharaan
adalah perhatian tulus pada orang lain. Anda harus memiliki perasaan dan
perhatian positif. Dengan demikian anda tidak boleh membenci, menghina, atau
meremehkan mereka. Anda harus memberikan kasih dan rasa hormat. Memelihara
orang lain adalah cara terbaik untuk membina hubungan dengan orang tersebut.

HARTA DIBAWA MATI

Suatu ketika malaikat El-maut pencabut nyawa mendatangi seorang pria kaya
raya yang sedang dalam keadaan sekarat. Pria tersebut sangat sedih karena
sepanjang hidupnya ia telah bekerja keras mengumpulkan harta namun kini ia
harus meninggalkan semua itu. Lalu, ia memohon agar dalam kematiannya ia
dibolehkan membawa serta harta kekayaannya ke alam baka.

Malaikat El-maut mendengar permohonan itu dan menjawab, "Maaf, sesuai aturan
anda tak diperkenankan membawa harta sekeping pun."

KISAH KODOK DALAM LUBANG

Sekelompok kodok sedang berjalan jalan melintasi hutan. Dua di antara kodok
tersebut terjatuh ke dalam sebuah lubang. Sementara itu semua kodok-kodok
lain mengelilingi lubang tersebut. Ketika melihat betapa dalam lubang
tersebut, mereka berkata pada ke dua kodok di bawah bahwa mereka lebih baik
mati. Kedua kodok tersebut mengacuhkan komentar komentar itu dan mencoba
melompat keluar dari lubang itu dengan segala kemampuan yang ada. Kodok
lainnya tetap mengatakan agar mereka berhenti melompat dan lebih baik mati.

KETIKA CUSTOMER "MENGGANGGU"

Apa yang dilakukan oleh pramuniaga dalam kisah anda di atas, barangkali
tidak terlalu keliru dalam pikirannya karena ia memang harus segera
menuntaskan tanggung jawab. Namun di sisi lain seorang customer sedang
menunggu pelayanannya. Persoalan muncul karena si customer datang pada saat
yang tidak tepat sehingga ia harus memilih apakah meninggalkan kesibukannya
dan melayani customer, atau meneruskan pekerjaan dengan resiko customer akan
meninggalkannya. Kedua hal tersebut tentu sangat penting untuk dilakukan.

Diberdayakan oleh Blogger.

Follow by Email

Translate

Artikel Populer